Patahan SIM Card dan HTC

Simcard

Ini sebuah kisah tentang betapa akhirnya Tuhan mengajarkan bahwa untuk itulah bentuk diciptakan.

Pernahkah kita memperhatikan mengapa SIM card itu memiliki sudut patahan pada salah satu sisinya?

Seringkali kita tidak menganggap itu berguna sampai akhirnya Anda panik bahwa ternyata gadget yang Anda beli dengan uang ayah dan tidak murah dan langka jumlahnya itu tidak bisa membaca SIM card. Anda berulang kali menyalakannya, menghidupkannya kembali, tetap tidak bisa. Detak jantung mulai bertambah kencang. Oh tidak, tidak ada service center HTC di Bandung apakah itu berarti aku harus melepaskannya selama berhari-hari? Apakah ada kemungkinan dia tidak bisa sembuh? Gadget itu akhirnya hanya berumur beberapa bulan saja? Tidak! Kepanikan mulai melanda.

Diawali dengan kesoktahuan bahwa kalau internet tidak jalan harus dibetulkan dengan membuka SIM card. Padahal jelas-jelas Telkomsel memang tidak pernah memberikan sinyal baiknya di labtek 6. Oh Tuhan, sampai akhirnya kita sampai pada tahap pasrah dan tawakal. Tuhan, jika ini memang takdir yang harus memisahkan aku dengan HTC ini, aku ikhlas Tuhan. kalau aku harus kembali lagi menggunakan blackberry yang tua itu, aku ikhlas Tuhan.

Tiba-tiba, Tuhan membukakan jalannya.

Shelty, aku tidak memasukkanmu ke ITB untuk melupakan untuk apa patahan itu diciptakan.

Akhirnya aku sadar bahwa untuk memasang SIM card tidak hanya atas dan bawah yang harus tepat, tetapi posisi patahan juga! Saat itulah kita merasa bahwa HP Nokia monochrome jauh lebih pintar. Dia membentuk tempatnya sesuai dengan bentuk SIM card. Kalau saja seandainya HTC membuatnya seperti itu, tidak akan detak jantung yg berdegup kencang itu.

(Teknik) Fisika ?

Tulisan di bawah ini akan menjadi tulisan yang cukup panjang dan mungkin tidak menarik untuk sebagian besar orang. Namun, kalau kalian pernah menjadi bagian dari Teknik Fisika (lebih lagi di ITB) atau tidak pernah tahu dan baru mengetahui bahwa jurusan Fisika dan Teknik Fisika itu berbeda dan ada, ada baiknya sisihkan sedikit waktu untuk membaca tulisan di bawah ini.

Berapa banyak orang yang langsung mengangguk tanda mengerti ketika saya menyebutkan jurusan Teknik Fisika? Dari 20 orang yang saya temui, mungkin bisa dihitung dengan satu tangan berapa yang tidak memasang tampang bertanya-tanya, mengernyitkan dahi, ataupun pura-pura tahu. Itulah sebuah risiko, menjadi mahasiswa di jurusan yang kurang populer di Indonesia. Saat ini, minat orang-orang terhadap Teknik Fisika sedang meningkat luar biasa. Bahkan, Institut Teknologi Telkom pada tahun ini memutuskan untuk menjadi institusi kelima yang memiliki juruan Teknik Fisika, setelah ITB, ITS, UGM, dan UNNAS.

 

Jika diperintahkan untuk menjelaskan apa itu Teknik Fisika, sulit untuk menjabarkan hanya dalam beberapa kata. Teknik Fisika adalah ilmu yang sangat luas dengan multi disiplin ilmu dan bidang kerja yang tidak kalah beragamnya. Oleh karena itu, jangan heran jika ada mahasiswa Teknik Fisika yang tidak mengerti apa yang disampaikan seorang rekan di seminar tugas akhirnya, saking luasnya ilmu yang kami pelajari.

Berdasarkan situs resmi Teknik Fisika, terdapat 4 Kelompok Keahlian (KK) di Teknik Fisika ITB

  •   Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Bahan (Semi konduktor, Super konduktor, Komposit, Bahan Elektronik)

KK ini lebih akrab di telinga mahasiswa TF sebagai KK Material. KK ini adalah KK yang paling spesifik (kalau tidak bisa disebut paling jauh hubungannya dengan KK lainnya) dan sebagian besar mahasiswa KK ini telah memutuskan “inilah jalan mereka” jauh-jauh hari, bahkan sebelum KK lain memiliki mahasiswa penghuni setianya. Menurut saya, KK ini bekerja di bidang yang sangat spesifik dan belum cukup banyak dikembangkan di Indonesia saat ini. Namun, peluang berkembangnya KK ini sangat besar ke depannya. Entah tepat atau tidak, menurut saya KK ini memiliki kelebihan dengan adanya koneksi yang baik antara ITB dan institusi/laboratorium di Jepang. Karena itu, tidak heran setiap tahunnya selalu ada saja mahasiswa TF ITB yang dikirim ke Jepang entah itu untuk riset/penelitian ataupun melanjutkan studi ke strata selanjutnya. Untuk mahasiswa yang senang dengan riset, tantangan, dan menemukan hal-hal baru, KK inilah jawabannya.

  • Kelompok Bidang Keahlian Instrumentasi dan Kontrol

KK inilah KK yang paling indentik dengan Teknik Fisika. Cobalah menyebutkan Teknik Fisika di depan lulusan teknik, mereka pasti akan mengatakan

“Oh, instrumentasi ya?”
“Oh, kontrol ya?”

Walaupun tidak semua mahasiswa TF mengambil KK ini, tidak bisa dipungkiri bahwa inilah KK dengan mata kuliah wajib  yang paling banyak dipelajari di Teknik Fisika. KK ini tidak bisa dilepaskan dari peluang besar untuk bekerja di oil and gas company. Sudah menjadi rahasia umum bahwa dengan gaji yang besar, KK ini memiliki peminat paling banyak. Bahkan tidak jarang, lulusan KK lain pada akhirnya “terpaksa” berkecimpung di dunia kerja ini. Bidang ini memang cukup berat, rumit, dan bisa dibilang KK dengan ilmu yang paling “teknik” daripada KK lainnya.

  • Kelompok Bidang Keahlian Fisika Bangunan, Akustik dan Energi

KK ini adalah KK yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kalau boleh saya bilang, KK ini adalah KK yang paling “manusiawi”. Ilmunya sangat aplikatif dan erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Saat ini, KK ini sedang berkembang cukup pesat. Terutama dengan isu-isu permasalahan energi di dunia. KK ini cukup luas dan biasanya berhubungan dengan teman-teman di jurusan Arsitektur ataupun di Desain Interior. KK ini tepat untuk yang menyukai seni dan performansi. Dengan sebagian besar ilmu yang dapat langsung diterapkan dalam keseharian, tidak heran banyak mahasiswa jurusan luar yang mempelajari ini di Teknik Fisika.

  • Kelompok Bidang Keahlian Optik dan Laser

Inilah KK yang mata kuliahnya paling terakhir saya pelajari. KK ini cukup menjanjikan dimana dengan ilmu yang spesifik dan hanya sedikit orang yang mempelajarinya, namun penerapannya ternyata dekat dengan kehidupan sehari-hari.  Melihat hal-hal kecil dan detail untuk mendukung kehidupan sehari-hari membuat KK ini menarik. Ilmu ini seringkali luput dari perhatian walaupun keberadaannya dekat dengan kehidupan kita seperti, hologram dalam kemasan, laser pointer, laser pendeteksi uang palsu, dan yang baru-baru ini ditampilkan di Santosa Island Singapura, Laser Show. 

Tidak ada KK yang lebih baik daripada KK yang lainnya. Semua sama saja, tergantung pada apa mimpi dan harapan yang akan dibawa. Menurut beberapa orang, tidak perlu khawatir pekerjaan apa yg nanti akan didapatkan. selama mengerjakaannya dengan kesenangan, semuanya pasti terasa mudah dan sederhana.

 

Bicara tentang masa depan dan akan seperti apa Teknik Fisika ke depannya, saya optimis bahwa pada tahun itu, tidak akan ada lagi orang yang mengernyitkan dahi ataupun bertanya-tanya ketika kami dengan bangga menyebutkan jurusan teknik fisika.

Tidak perlu muluk-muluk bahwa Teknik Fisika akan menjadi jurusan yang terdapat di hampir semua institusi teknik. Biarlah Teknik Fisika berkembang dengan keeksklusifannya. Dengan bidang yang spesifik, dan jumlah lulusan yang sedikit, teknik fisika akan menjadi jurusan yang berharga. Berkembang dengan laboratorium yang banyak dan beragam dengan KK nya masing-masing.

Dengan segala likalikunya, itulah teknik fisika. Jelas sekali bahwa teknik fisika jauh berbeda dengan fisika. dan tetap, kalau disuruh gambarkan 1 hal yang dekat dengan teknik fisika, mungkin kalau orang sipil akan menggambarkan bangunan, orang perminyakan akan menggambarkan pengeboran, orang arsitek akan menggambarkan gedung, kalau saya disuruh menggambarkan saya akan menggabarkan tengkorak Jurusan yang membajak semua ilmu yang ada dan mengaplikannya dalam satu atap, teknik fisika.

 

Jadi, sekarang tidak perlu mengernyitkan dahi lagi ketika saya menyebutkan dengan bangga, saya kuliah di teknik fisika itb!

 

Tulisan ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Kapita Selekta Teknik Fisika ITB

Oleh : Shelty Juliavionni (13307050)