Truth or Dare

Kejujuran atau keberanian. Kira-kira itulah terjemahan asal dari judul di atas. Terakhir saya memainkannya sepertinya waktu perpisahan SMP kurang lebih 6 tahun yang lalu. Kebetulan beberapa hari yang lalu saya dapat kesempatan ikut andil di permainan ini dan ternyata sekarang saya melihatnya lebih dari sebuah permainan.

Seseorang ikut serta dalam permainan ini karena 2 hal. Tidak ada yg ingin dia sampaikan, atau dia ingin menyampaikan sesuatu. Untuk yang belum cukup jantan ataupun mental belum siap, pasti sudah mundur dari awal awal permainan. Kebetulan saya karena alasan pertama. Saya merasa tidak ada yg saya sembunyikan dan memang tidak perlu takut kan kalau begitu. Jadi di sini saya total hanya sebagai pengamat, tukang pancing, kadang kadang saya juga menjabat sebagai kompor.

Permainan ini, entah mengapa bagi saya menarik hanya ketika truth. Menurut saya dare itu biasa saja, di tivi juga banyak tantangan seperti itu dengan hadiah jutaan. Nah, sementara kalau truth, itu perlu situasi yang pas. Kalau dalam kasus cinta cintaan, tikung tikungan, memendam rasa, benci bencian, ataupun suka sukaan, semua aktornya harus ada. Lebih lagi, yang bertanya pun harus tahu masalahnya apa. Dan yang menjawab pun tentu sudah siap dan mungkin justru menunggu momen ini. Karena, kalau dalam kasus cinta cintaan, dia tidak perlu bingung bagaimana memulai pernyataan. Cukup menjawab apa yang ditanyakan orang. Dan selanjutnya, biarkan alam yang mengikuti.

Berdasarkan data dan fakta itu, Truth or dare adalah salah satu permainan yang akan saya rekomendasikan ketika momen FT07 tour de Indonesia 2014 dilaksanakan. Bukan bermaksud menggali lubang, hanya bermaksud memindahkan galian itu ke tempat yang mudah terlihat. Agar kita semua tahu bahwa lubang itu pernah ada.