Sakit Otak Kosong
Bukan berarti sehari-hari otak ini ada isinya juga sih, tapi setidaknya ada yang dipikirkanlah. Tapi akhir-akhir ini otak kosong bukan karena memang tidak ada yang perlu dilakukan (atau setidaknya dipikirkan) tapi ya memang lagi tidak bisa diisi saja. Hidup dengan tidak punya rencana apa-apa. Bahkan besok atau 2 hari lagi saya akan di mana mau apa saja tidak dipikirkan (atau tidak terpikirkan). Padahal kan punya rencana itu tidak harus ya, gelandangan saja yang tidak tahu akan tidur di mana malam ini bisa tetap bertahan. Tapi kok ya rasanya ketika orang sekitar tahu untuk apa dia mengerjakan sesuatu sementara saya tidak, ini saya yang bodoh atau saya yang dibodoh-bodohi diri sendiri.
Sering tidak sih kita mengambil keputusan karena orang sekitar kita melakukannya. Takut menjadi beda, dan merasa menjadi "yang sama" membuat lebih nyaman. Nanti pasti akan ada waktunya dimana kita menyesal. Menyesal bukan karena tidak mengikuti pilihan hati. Tapi karena ternyata kita memang tidak sempat membuat pilihan.
Nah untuk yang tidak pernah merasa melakukannya, coba deh kosongkan pikiran, tendang kepala Anda kalau perlu sampai amnesia dan renungkan bagaimana rasanya. Coba apa yang Anda sesali. Kalau Anda masih menyesali karena rasa sakit dan memar, berarti otak Anda kosong. Karena seharusnya Anda menyesal karena banyak memori yang hilang. Memori itu tidak hanya tentang masa lalu, tapi juga rencana masa depan. Keduanya tidak boleh hilang kalau ingin merasa tetap "hidup".~Ah, sok menggurui sok tahu kamu, Shelty! Yah, setidaknya ini berguna untuk diri saya. Karena itu saya menulis di sini bukan? Bukannya malah berkicau yang sok (tidak) kacau.



